Rabu, 14 Agustus 2013


Hmmm candi yang satu ini memang candi Hindu yang sangat cantik. Berada di wilayah Kabupaten Sleman (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) dan sebagian wilayah Kabupaten Klaten (Provinsi Jawa Tengah). Tepatnya 20 kilometer arah timur laut Yogyakarta atau 40 kilometer barat Kota Solo. Candi ini diperkirakan dibangun sekitar 850 Masehi oleh Wangsa Sanjaya, dan ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Menurut catatan candi ini ditemukan pada tahun 1733 oleh CA Lons, warga negara Belanda. Pada bangunan candi setinggi 47 meter ini, kita bisa melihat batu batuan baru yang memang digunakan untuk mengganti batu-batu asli yang rusak atau hilang sebagai bagian dari rekontruksi. Struktur bangunan di kompleks candi ini terdiri dari delapan candi utama dan ratusan candi kecil. Pada candi Siwa yang berada di tengah, terdapat empat ruangan yang berada di masibg-masing empat penjuru mata angin. Beberapa candi lainnya adalah candi-candi yang dipersembahkan kepada Batara Wisnu, candi untuk Batara Brahma, serta beberapa candi yang dipersembahkan untuk Lembu Nandini, hmmmm kalo bisa sih nama anak hick jangan nama itu kedengarannya seperti Lembu tetapi jangan buru-buru anti dengan nama "Nandini: bisa juga filosofinya adalah anak sekuat lembu bukan berarti secara fisik seperti lembu" dan lain-lain yang semuanya dipersembahkan kepada Yang disucikan maupun yang dihormati pada agama Hindu. Relief lainnya menggambarkan cerita Ramayana, saking epiknya cerita Ramayana sampai banyak yang menggunakannya sebagai nama hotel nama merek sebuah toko roti yap secara harafiah saya tidak paham arti dari kata "Ramayana" mungkin ada yang paham??? tetapi apapun namanya saya yakin arti dan makan kata "Ramayana" menggandung hal-hal yang positif dan baik. 

Paket lainnya yang ditawarkan jika kita mengujungi candi Prambanan adalah sendratari Ramayana atau Ramayana Ballet yang memvisualisasikan kisah cinta antara Rama dan Shinta hmmm ck ck ck ck so manizzz sekali....kalian mesti menontonnya dan siapkan jaket karena mulainya malam hari agar tidak kedinginan lebih tepatnya masuk angin. Indahnya menonton sendratari Ramayana adalah latar belakang panggung yang mengambil setting alam candi Prambanan itu sendiri, seakan kita menumbus lorong waktu.

Wisata candi adalah salah satu hal yang saya senangi, jika berada disekitar candi saya terkadang membayangkan jaman dahulu seperti apa orang-orang yang hidup disini???bagaimana teknik membangunannya?berapa tenaga kerja yang terlibat?semua tenaga kerja dibayar pakai apa ya??siapa arsiteknya?bagaimana perhitungan kontruksinya hehehehe soooo banyak ngelamunnya jadinya. Yang lebih menarik dari candi Prambanan adalah beberapa cerita rakyat yang terkenal yaitu mengenai cerita Ratu Loro Jongrang, yang menolak untuk dipersunting oleh Pangeran Bandung Bandawasa, karena ayah Ratu Loro Jongrang konon kabarnya dibunuh oleh Pangeran Bandung Bandawasa. Penolakan secara halus dibuat sang Ratu dengan mengajukan syarat agar sang Pangeran membangun seribu candi dalam satu malam dan harus selesai sebelum ayam berkokok. Nah sang prabu menyanggupinya, ternyata sang Ratu menyiapkan seluruh penduduk desa agar membunyikan lesung padi dan membakar jerami untuk menciptakan menjelang pagi atau istilah gampangnya "subuh". Sehingga para pembantu Pangeran untuk membangun seribu candi hmmm yang mungkin pasukan 'Jin' buru-buru kabur karena dikira sudah pagi' (yang saya ga habis pikir kok Jin bisa di bohongi ya hahahaha). Alhasil kurang satu candi yang tidak terselesaikan maka gagallah  sang Ratu menjadi pinangan sang Pangeran, tetapi aksi sang ratu diketahui oleh sang Pangeran sehingga sang Pangeran mengutuk sang Ratu menjadi candi untuk melengkapi kekurangan seribu candinya.

Kebetulan di dalam candi terdapat patung Ratu Loro Jongrang. Digambarkan dengan perawakan yang tinggi besar dan berbadan sintal. Hmmm mungkin pada jaman itu wanita yang dianggap cantik yang  berperawakan seperti itu hehehehe padat berisi. Dan satu lagi kutukan sang Pangeran yaitu perawan-perawan yang hidup disekitar prambanan tidak akan pernah laku sebagai balasan kekesalan sang Pangeran kepada penduduk sekitar prambanan yang telah membantu sang Ratu. Hmm tapi semua itu dapat kita katakan legenda ataupun cerita rakyat. Bisa jadi benar bisa jadi memang tidak ada, hanya Tuhan Yang Mengetahuinya. Tetapi jika melihat pasukkan Jin yang membantunya bisa jadi benar bisa jadi tidak, dengan kepercayaan yang berkembang pada jaman beliau-beliau hidup bisa jadi memerintah Jin Ifrid sebagai suku Jin yang paling kuat dapat dilakukan. Soooo tapi itu kan pandangan saya entah bagaimana pandangan teman-teman yang lain, cuma yang saya heran kalo Pangeran dapat meminta bantuan Pasukan Kasat Mata, kenapa sang Ratu tidak meminta bantuan hal yang sama ya????wkwkwkwkwk..aduh ampun dehhh peace.....

Oke itu sedikit info jika kalian akan mengunjungi Candi Prambanan nan eksotik.

(Sumber:Ariyanto (travelicious), candi prambanan.html, my blog)

0 komentar: